Inilah Kisah sukses restoran Mc Donald

Posted in category: Kisah Sukses at: July 25, 2011 by

Restoran Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California. Mereka memperkenalkan “Speedee Service System” pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji moderen. Maskot awal McDonald’s, yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald McDonald di tahun 1963.

McDonald’s saat ini tidak menjadikan tahun 1940 sebagai tahun kelahiran restoran McDonald’s. Mereka memilih 15 April 1955, ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald’s dari Dick dan Mac di Des Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari McDonald’s bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Saham McDonald’s mulai dijual kepada publik tahun 1965.

Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudara lah yang pergi meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen.

Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia, McDonald’s dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang Amerika.

Pada tahun 1960, terdapat lebih dari 200 saluran McDonald’s di seluruh Amerika, perluasan cepat yang dikobarkan oleh biaya franchise yang rendah. Ray Kroc telah menciptakan salah satu merek yang paling kuat sepanjang masa. Tetapi dia nyaris tidak mendapat keuntungan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menggunakan real estate sebagai pendukung keuangan yang menyebabkan McDonald’s menjadi operasi yang menguntungkan. Pada tahun 1956, Kroc mendirikan Franchise Realty Corporation, membeli tanah dan bertindak selaku pemilik restoran bagi pembeli franchise yang penuh minat.

Dengan langkah ini, McDonald’s mulai memperoleh penghasilan yang sesungguhnya, dan perusahaan pun lepas landas. Kroc kemudian memperkenalkan program periklanan nasional untuk mendukung franchise yang tersebar dengan cepat; dan setelah tampak bahwa pertumbuhan di wilayah asal perusahaan ini melambat pada awal tahun 1970-an, dia memulai dorongan yang penuh semangat dan sukses untuk membuat kehadiran global bagi McDonald’s. Sepanjang pertumbuhan perusahaan yang spektakuler, Kroc melakukan akrobat keseimbangan berjalan di atas rentangan tali yang sulit, memberlakukan standar yang keras di seluruh sistem sementara mendorong semangat wirausaha yang menyambut baik gagasan dari semua tingkat. Banyak gagasan ini yang memberikan sumbangan kepada keberhasilan perusahaan yang menakjubkan. Dalam mengumpulkan kekayaan sebesar $500 juta, raja hamburger ini mengubah lansekap budaya bangsa dan menempa sebuah industri yang termasuk di kalangan ekspor Amerika yang terbesar. Keberhasilan McDonald’s yang ditiru secara meluas menawarkan contoh yang baik sekali bagi manajer dan eksekutif zaman sekarang yang berusaha mencari efisiensi produksi yang lebih besar.
Dengan menempatkan hamburger yang bersahaja di atas jalur perakitan, Kroc menunjukkan kepada seluruh dunia bagaimana cara menerapkan pross manajemen yang maju pada usaha yang paling membosankan. Supaya bisa maju dengan cara McDonald’s, perusahaan-perusahaan harus menetapkan prinsip dasar pelayanan yang mereka tawarkan, memecah-mecah pekerjaan menjadi bagian-bagian, dan kemudian terus-menerus merakitnya kembali dan menyempurnakan banyak langkah sampai sistem berjalan tanpa kekangan. Hari ini, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam antara pizza, pemrosesan klaim asuransi, atau menjual mainan mendapat keuntungan dari jenis sistem yang dipelopori oleh Ray Kroc. Sampai tingkat ketika operasi seperti ini menjaga pengendalian mutu, dan memelihara kepuasan pelanggan, keuntungan akan mengalir.

Sebagai salesman mesin susu kocok, Raymond Kroc secara rutin mengunjungi kliennya. Tetapi ketika salesman berumur lima puluh dua tahun ini pergi dari rumahnya dekat Chicago ke California selatan untuk menemui dua kliennya yang terbesar, hasilnya sama sekali bukan hal rutin. Maurice dan Richard McDonald meninggalkan New Hampshire pada tahun 1930, berusaha mencari peruntungan di Hollywood. Karena tidak bisa mendapatkan hasil besar di Tinseltown, kakak beradik ini akhirnya menjadi pemilik restoran drive-in di San Bernardino, kota kecil berdebu sejauh lima puluh lima mil di sebelah timur Los Angeles. Sementara kebanyakan restoran membeli satu atau dua Prince Castle Multimixer, yang bisa mencampur lima gelas susu kocok sekaligus, McDonald bersaudara membeli delapan buah. Dan Kroc ingin tahu jenis operasi apa yang membutuhkan kemampuan membuat empat puluh gelas susu kocok pada saat saat yang bersamaan. Maka dia pergi ke San Bernardino, dan apa yang dilihatnya di sana mengubah kehidupannya. Kroc berdiri di keteduhan dua gerbang lengkung keemasan restoran yang gemerlapan, yang menerangi langit di senja kala, dan melihat antrian orang-orang yang berkelok-kelok seperti ular di luar restoran yang berbentuk segi delapan. Melalui dinding bangunan yang selurunya terbuat dari kaca, dia memandangi para karyawan pria, yang memakai topi kertas dan seragam putih, sibuk di restoran yang sangat bersih, menyajikan burger dalam piring, kentang goreng dan susu kocok kepada keluarga-keluarga kelas pekerja yang berdatangan naik mobil. “Sesuatu pasti sedang terjadi di sini, saya mengatakan kepada diri sendiri,”

Kroc kemudian menulis dalam otobiografinya, Grinding It Out. “Ini pasti operasi perdagangan paling menakjubkan yang pernah saya lihat.” Tidak seperti begitu banyak operasi pelayanan makanan yang pernah ditemui oleh Krock, tempat ini mendengung seperti mesin yang ditun-up dengan sempurna. Sebagaimana Forbes menyatakannya, “singkatnya, kakak-beradik ini mendatangkan efisiensi kepada bisnis yang cepat.” Mereka menawarkan menu sembilan jenis makanan – burger, kentang goreng, susu kocok, dan pai – menyingkirkan tempat duduk, serta menggunakan alat makan kertas dan bukannya kaca atau porselen. Mereka juga merancang jalur perakitan kasaran sehingga mereka bisa melayani pesanan dalam waktu kurang dari enam puluh detik.

Kroc seketika tahu bahwa dia telah melihat masa depan. “Malam itu dalam kamar motel saya, saya berpikir keras tentang apa yang saya lihat siang harinyal. Bayangan restoran McDoland’s yang tersebar di sekitar perempatan jalan di seluruh negara berpawai melalui otak saya.”

Dengan persetujuan di tangan, Kroc mulai memenuhi bayangannya tentang restoran McDonald’s yang meledak dari pantai ke pantai. Dia memulai dengan membangun mata rantai pertama kongsi restoran ini – sebuah model eksperimewntal di Des Plaines, illinois, di luar kota Chicago, yang bersifatkan harga rendah yang sama, demikian pula menu yang terbatas, dan pelayanan cepat seperti di restoran San Bernardino. Restoran yang dibuka pada tanggal 15 April 1955 ini mencapai penjualan yang terhormat sebesar $366,12 dengan cepat memasukkan keuntungan. Kroc mengawasi restoran ini dengan waspada seperti seorang ibu baru, secara pribadi memimpin kegiatan dapur dan mengorek sisa permen karet dari pelataran parkir dengan pisau raut. Bagi Kroc, meniru satu kedai tunggal kakak-beradik McDonald baru permulaannya. Supaya bisa membangun kongsi restoran, Kroc tahu bahwa dia harus memberlakukan disiplin atas industri restoran yang dikelola secara longgar. Dan itu berarti menyempurnakan prosedur operasi yang distandarkan dalam proses yang bisa ditiru. Empat puluh tahun sebelumnya, Henry Ford sudah menyadari bahwa produksi masal mobil memerlukan perkawinan antara presisi bagian-bagian mobil dan proses perakitan yang efisien. Wawan Kroc adalah menerapkan disiplin yang sama pada pembuatan sandwich.

Dengan menggunakan gagasan bahwa “ada ilmu untuk membuat dan menyajikan hamburger,” Kroc memberikan kepada kepingan daging sapi gilingnya spesifikasi yang tepat – kandungan lemak: di bawah 19 persen; berat: 1,6 ons: garis tengah: 3,875 inci; bawang: ¼ ons . Kroc bahkan membangun sebuah laboratorium di pinggiran kota Chicago untuk merancang metode pembuatan kentang goreng yang sempurna pada akhir tahun 1950-an. Bukannya sekedar memasok pembeli franchise dengan rumus susu kocok dan eskrim, Kroc ingin menjual kepada mitra barunya satu sistem operasi. Dengan lain perkataan, dia membuat cap satu pelayanan. Dan ini sarana revolusioner yang akan digunakan oleh McDonald’s untuk menciptakan kongsi restoran yang di dalamnya satu restoran di Delaware dan satu restoran di Nevada akan menyajikan burger yang tepat sama ukuran dan mutunya, masing-masing berisi potongan acar yang sama, setiap burger disajikan dalam talam yang serupa bersama kentang goreng yang dimasak dengan lamanya waktu yang sama. Sebagaimana yang diingat oleh Kroc, “Kesempurnaan sulit sekali dicapai, dan kesempurnaanlah yang saya inginkan dalam McDonald’s. Segala hal lainnya sekunder bagi saya.”

Tetapi tuntutan yang serba tepat melayani satu tujuan strategis. “Tujuan kami, tentu saja, adalah memastikan bisnis yang berulang berdasarkan reputasi sistem dan bukannya
mutu satu restoran atau operator tunggal,” kata Kroc. Walaupun franchise McDonald’s bertumbuhan dimana-mana di seluruh daerah di Barat Tengah dan Barat seperti bunga liar setelah hujan musim semi, keberhasilan perusahaan rupanya berumur pendek. Sementara persetujuan asli yang dijalin dengan kakak-beradik McDonalds menyebabkan Kroc menyayangi pembeli franchise yang paling awal, ini juga menyebabkan perusahaan yang baru lahir ini langsung menuju kemungkinan bangkrut. Selama tahun 1960, ketika kongsi restoran ini mengeruk uang $75 juta dalam penjualan, penghasilan McDonald’s hanya $159.000. “Singkatnya, konsep Kroc untuk membangun McDonald’s, John Love. Dan rumah kartu impian Kroc mulai runtuh di bawah bobotnya sendiri. Sementara terbenam dalam utang dan tanpa pertumbuhan keuntungan yang bisa dibayangkan, Kroc menghadapi satu dilema yang klasik. Dia tidak mampu memperluas usaha. Dan dia tidak bisa tetap terapung.

Untunglah, Harry Sonnenborn menemukan pemecahan. Dia berpikir McDonald’s harus mendapatkan uang dengan menyewa atau membeli lokasi yang akan dijadikan kedai dan kemudian menyewakannya kembali kepada pembeli franchise mula-mula dengan peningkatan harga 20 persen, dan kemudian 40 persen. Di bawah rencana ini, McDonald’s akan mencari lokasi yang sesuai dan menandatangani perjanjian sewa dengan bunga yang ditentukan. Strategi real estate pas sekali dengan tujuan penguasaan Kroc yang lebih besar. Bukannya menjual franchise geografis sebagai selubung, yang akan memberikan kepada pemegangnya hak untuk membangun sebanyak-banyaknya atau sesedikit-sedikitnya kedai sekehendak hatinya disuatu kawasan tertentu, Kroc hanya menjual franchise individual, dengan biaya rendah $950. Ini mematikan bahwa operator yang tidak bersedia bermain mengikuti aturannya hanya bisa membuka tidak lebih dari satu saluran. Setelah menyerahkan urusan keuangan yang stabil ke tangan Harry Sonnenborn yang ahli, Kroc mulai memperluas dan memprofesionalkan kerajaan industri yang sedang tumbuh ini. Di bawah konsepsinya yang baru, setiap pembeli franchise dan operator seperti seorang manajer pabrik. Karena mengetahui bahwa ukuran bagi kompleks industri yang maju adalah manajemen profesional, pada tahun 1961 Kroc meluncurkan satu program latihan-di restoran baru di Elk Grove Village, Illinoiss. Di sana, kelompok pelaksana melatih pembeli franchise dan operator dalam metode ilmiah mengelola McDonald’s yang sukses dan melatih mereka dalam ajaran kroc tentang Mutu, Pelayanan, Kebersihan dan Nilai. “Saya menaruh hamburger pada jalur perakitan,” Kroc suka mengatakan. Hamburger juga berisi laboratorium penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan mekanisme memasak, membekukan, menyimpan, dan menyajikan. Di mana pun juga tidak ada dikotomi antara pengendalian pusat dan otonomi operasi yang lebih kentara daripada dalam iklan.
Pada hari Natal akhir tahun 1950-an, Turner dan para manajer lainnya bisa berkeliling Chicago Loop dengan “Kereta Sinterklas,” sebuah truk eskrim yang diubah menjadi restoran drive-in McDonal’s yang beroda. Namun kendati sangat menyukai cara menjajakan barang dagangan model kini ini, McDonald’s tidak mempunyai strategi periklanan untuk seluruh perusahaan. Sebaliknya, ketika operator Minneapolis Jim Zein melihat penjualannya meledak pada tahun 1959 setelah memasang iklan radio, Kroc mendorong para operator untuk memanfaatkan gelombang udara dengan kampanye mereka sendiri. Iklan yang sukses membantu penggalakan pertumbuhan yang lebih besar. Dan pada tahun 1965, dengan 710 restoran McDonald’s tersebar dalam empat puluh empat negara bagian, $171 juta dalam penjualan, dan neraca yang relatif mantap, akhirnya McDonald’s mekar sepenuhnya. Perusahaan ini go public pada tanggal 15 April, tepat sepuluh tahun sampai ke harinya setelah Kroc membuka kedai Des Plaines, menjual 300.000 saham dengan harga per lembar $22,50. Banyak saham ini yang ditawarkan oleh Kroc, yang mengeruk uang $3 juta dalam penjualan. Kroc mengerahkan uang tunai ini untuk memperluas perusahaan dan melawan pesaing yang dengan cepat menyebar di mana-mana, sebab keberhasilan perusahaan telah melahirkan banyak imitasi yang berusaha memanfaatkan industrialisasi fast food yang semakin meningkat. Melalui pertumbuhan yang pesat dan iklan yang meluas, McDonald’s pada awal tahun 1970-an menjadi kongsi restoran fast food yang terbesar di seluruh negara dan sifat yang mudah dikenali dari lansekap budaya Amerika. Dan penguasa tertinggi McDonaldland, Ray Kroc, menjadi seorang tokoh yang bertingkat nasional. Pada tahun 1972, ketika lebih dari 2.200 saluran McDonald’s mengeruk penjualan $1 milyar,
kroc menerima hadiah Horatio Alger dari Norman Vincent Peale.

Sementara nilai saham pemilikannya meningkat menjadi kira-kira $500 juta. Sementara produk McDonald’s menjadi makanan pokok Amerika, hal ini membangkitkan keinginan menyelidiki wartawan dan politikus pembaharuan yang suka mencari-cari kejelekan, raksasa industri profil tinggi Ray Kroc juga menarik perhatian dari banyak pihak. Sementara produk McDonald’s menjadi makanan pokok Amerika, hal ini membangkitkan sikap tinggi hati kaum elit industri makanan. Mimi Sheraton dari New york magazine menyatakan: “Makanan McDonald’s mengerikan secara tidak ketulungan, tanpa keindahan apa pun.” Para politikus juga memperhatikan. Pada tahun 1974, ketika nilai pasar perusahaan ini melampaui nilai U.S. Steel yang maju dengan lambat, Senator Lloyd Bentsen mengeluh: “Ada sesuatu yang tidak beres dengan ekonomi kita kalau pasar saham lebih banyak dalam hamburger dan lebih sedikit dalam baja.”

Banyak analis yang memandang pertumbuhan McDonald’s yang pesat sebagai hal yang tidak akan bisa dipertahankan. Tetapi Kroc merasa yakin bahwa perusahaan perlu terus berkembang supaya bisa bertahan hidup. “Saya tidak percaya dengan kejenuhan,” dia berkata. “Kami berpikir dan bicara dalam tingkat seluruh dunia.” Kroc membayangkan sebuah dunia yang di dalamnya 12.000 pasang Gerbang Lengkung Keemasan akan berdiri sebagai pos luar sebuah kerajaan perdagangan yang perkasa. Mendirikan pangkalan di ibu kota negara-negara Eropa baru permulaannya. Dengan berlalunya waktu sepuluh tahun, seribu restoran yang dibuka oleh perusahaan di luar negeri menggalakkan 27 persen tingkat pertumbuhan tahunan. Kongsi restoran ini begitu universal dikenal sebagai lambang usaha Amerika dan berpengaruh, sehingga ketika gerilyawan Marxis meledakkan sebuah restoran McDonald’s di San Salvador pada tahun 1979, mereka menyatakan bahwa tindakan teroris ini sebuah pukulan mematikan terhadap “imperialis Amerika.” “Walaupun McDonald’s mencapai sukes, dan kekayaan pribadinya mencapai $340 juta, dia selalu khawatir,”

Forbes menulis pada tahun 1975, “Kalau Kroc bepergian, dia bersikeras menyuruh sopirnya membawanya paling sedikit ke enam restoran McDonald’s untuk melakukan inspeksi kejutan.”. Walaupun dia membunuh persaingan, persaingan tidak membunuh Ray Kroc. Dia meninggal dunia dalam usia lanjut pada bulan Januari 1984, pada umur delapan puluh satu tahun, tepat sepuluh bulan sebelum McDonald’s menjual hamburger yang ke-50 milyar.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.

Lambang McDonald’s adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas.

Restoran McDonald’s pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald’s di luar negeri, McDonald’s juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia.

pinginpintar.com

apakah mac donalds franchise di indonesia, asal negara mc'donals, asal negara mcdonald, bagaimana cara membeli franchise mc donald, bagaimana cara membeli franchise mcdonalds di indonesia, bagaimana caranya franchise mcdonald di indonesia, bagaimana caranya waralaba mc donald, barang, beli franchise mcd, beli frinchise mcd, beli waralaba mc.donald, biaya franchise, biaya franchise mc;d indonesia, biaya franchise mcd, biaya franchise mcdonald, biaya franchise mcdonald indonesia, biaya francise mc'd, biografi kewirausahaan makanan, biografi orang sukses indonesia, biografi orang-orang sukses di indonesia, biografi pengusaha sukses ray kroc, biografi wirausaha, Bisnis, bisnis ala roy kroc, bisnis franchise mc donald, bisnis franchise mcdonald, bisnis franchise mcdonald indonesia, bisnis franchise mcdonalds, bisnis mc donald, bisnis mcdonald, bob, buah, buku otobiografi wira usaha makanan, cara beli di mcd, cara beli franchise, cara beli franchise mcdonalds, cara beli mc donald, cara franchise mcd indonesia, cara franchise mcdonald indonesia, cara membeli franchise, cara membeli franchise dengan aman, cara membeli franchise mcd, cara membeli franchise mcdonald, cara membeli franchise mcdonald indonesia 2011, cara membeli franchise mcdonald's, cara membeli franchise yang aman, cara membeli francise kfc, cara membeli frnachisee rumah makan, cara membeli waralaba mc donald, cara menanam saham di mc donald, cara wara laba mcd, cara waralaba mcdonald, cerita orang wirausa penjual makanan, cntoh firchising, company profile mcdonalds, contoh biografi ibu, contoh biografi seorang wirausaha, contoh biografi tentang ibu, contoh biografi tentang seorang wirausahawan, contoh bisnis franchise, contoh bisnis franchise yang gagal, contoh bisnis waralaba yang sukses, contoh brand profile restaurant, contoh company profile perusahaan makanan, contoh company profile restoran, contoh company profile rumah makan, contoh franchise, contoh franchise busines servis, contoh franchise di indonesia, contoh franchise yang berhasil dan tidak blog, contoh franchise yang berhasil di indonesia, contoh franchise yang sukses, contoh franchise yang sukses di indonesia, contoh franchising, contoh frenchise, contoh kisah seorang wirausaha yang sukses, contoh nyata kepuasan kerja, contoh profil bisnis, contoh profil dan kiat sukses pengusaha kecil, contoh profil kewira, contoh profil kisah sukses wirausaha, contoh profil manajemen, contoh profil perusahaan, contoh profil perusahaan makanan, contoh profil perusahaan makanan kecil, contoh profil perusahaan mcdonald's, contoh profil perusahaan restoran, contoh profil perusahaan rumah makan, contoh profil restoran, contoh profil rumah makan, contoh profil tentang usaha kecil (kewirausahaan), contoh profil usaha kecil, contoh profil usaha makanan, contoh profil wirausaha sukses di dunia, contoh profil wirausaha sukses indonesia, contoh profile perusahaan mcdonalds, contoh profile perusahaan rumah makan, contoh profile usaha franchies di indonesia, contoh program kewirausahaan, contoh sejarah rumah makan, contoh seorang pria wirausaha, contoh singkat profil usaha kecil, contoh sukses franchise, contoh sukses restoran, contoh tokoh waralaba, contoh wirausaha yang sukses, Des Plaines, dinding dalam restoran mcd, emas, es, franchise contoh dan profil perusahaannya, franchise mc d di indonesia cara, franchise mc donald biaya, franchise mc donald indonesia, franchise mc.donald berhasil di indonesia, franchise mcd, franchise mcd indonesia, franchise mcdonald, franchise mcdonald di indonesia, franchise mcdonald indonesia, franchise mcdonalds di indonesia, franchise mcdonals di indonesia, franchise yang berhasil di indonesia, franchise yang sukses, franchise yang sukses di indonesia adalah, franchising contoh, franchising yang berhasil di indonesia, franchse yang berhasil di indonesia, francise mc donald indonesia, geografi, gimana caranya mau beli franchise mcdonald, go, harga franchise mcdonald, harga franchise mcdonald indonesia, Harry Sonnenborn, ikan, Inilah Kisah sukses restoran Mc Donald, investasi mcdonald indonesia, keberhasilan, keberhasilan perusahaan, kegiatan produksi mcd, kesuksesan mcd, kesuksesan mcdonald, kesuksesan mcdonald di indonesia, kewirahusahaan contoh profil usaha kecil, kewirausahaan yang sukses, kewirausahan, kfc indonesia franchise, kiat sukses kfc indonesia, kiat sukses mc donal, kiat sukses mcdonald, kiat sukses mcdonald's, kiat sukses perusahaan mcd, kiat-kiat sukses dan kisah pendiri mc'd, kisah membeli waralaba, kisah orang sukses kfc di indonesia, kisah pengusaha mc donalds, kisah pengusaha mcdonald, kisah pengusaha sukses makanan mc donald, kisah pengusaha sukses mc donald, kisah ray kroc, kisah skses tokoh wirausaha, kisah sukse euntrepeneur, Kisah Sukses, kisah sukses euntrepeneur mc donals, kisah sukses pengusaha mc, kisah sukses pengusaha mc donal, kisah sukses ray kroc, kisah sukses tokoh wirausaha, kisah sukses tokoh wirausahawan indonesia, kisah sukses waralaba kfc indonesia, kisah sukses wirausaha diamerika, kisah tentang kewirausahaan, kisah tokoh kewirausahaan yang sukses, kisah tokoh sukses indonesia, kisah tokoh wirausaha terkenal indonesia, kisah tokoh wirausahawan, kisah tokoh wirausahawan indonesia, kisah waralaba sukses, logo mc donald indonesia, mac donald, makanan, mau franchise mcdonald, mc d sukses di indonesia, mc donald bisnis, mc donald indonesia, mc donald indonesia 2011, mc donald indonesia waralaba harga 2012, mcdonald indonesia, mcdonald indonesia franchise, mcdonald's waralaba di indonesia, mcdonalds indonesia franchise, membeli franchise mcdonald, mil, nama, nama pelopor wirausaha indonesia, orang - orang sukses didunia dengan bisnis franchise, pelopor wirausaha, peluang investasi mc donald, pengalaman sukses usaha franchise makanan kecil, pengusaha mc. donald, perusahaan bisnis ayam, pria wirausaha, profil bisnis mc donald, profil bisnis rumah makan, profil pengusaha warung makan, profil perusahaan makanan, profil perusahaan mcdonald, profil perusahaan restoran, profil perusahaan restoran asal indonesia, profil prusahaan restoran, profil restoran, profil usaha kecil bidang makanan, profil usaha kecil tentang rumah makan, profil usaha makanan, profil usaha rumah makan, profil wirausaha yang sukses, profilusaha yang sudah berhasil, program restoran, programsukses, programsukses.com, ray croc bisnis real estate, Ray Kroc, ray kroc tip, riwayat brigjen donald indonesia, rumah makan mc, San Bernardino, saran kroc, saran untuk franchise, sejarah kesuksesan mcdonald, sejarah mc donald di kota malang, sejarah mcd indonesia, sejarah pengusaha sukses mcdonald's, sejarah sukses mc donals, sejarah waralaba mc.donal, strategi sales, sukse, sukses, sukses apa sukse, sukses bisnis ayam, sukses bisnis mc donald, sukses kfc indonesia, syarat franchise mcdonald indonesia, tip membeli franchise yang aman, tips dan trik bisnis ray kroc, tips kesuksesan, tips kesuksesan mcd, tips membeli franchise yang aman, tips sukses mcdonald, tokoh franchise indonesia, tokoh franchise indonesia yang sukses, tokoh franchisor di indonesia, tokoh kewira usahaan, tokoh kewirausahaan, tokoh kewirausahaan dan kisah suksesnya, tokoh kewirausahaan di indonesia, tokoh kewirausahaan yang sukses, tokoh kewirausahaan yang sukses di indonesia, tokoh kewirausahan, tokoh orang sukses di indonesia, tokoh pengusaha mcd, tokoh sukses di indonesia, tokoh sukses franchise di indonesia, tokoh sukses wirausaha, tokoh tokoh franchise, tokoh tokoh indonesia yang sukses dalam kewirausahaan, tokoh tokoh kewirausahaan yang sukses, tokoh tokoh wira usahawan indonesia, tokoh tokoh wirausaha, tokoh wira, tokoh wirausaha, tokoh wirausaha indonesia, tokoh wirausaha pengusaha restoran mc. donals, tokoh wirausaha pengusaha restoran mcdonald, tokoh wirausaha rumah makan;, tokoh wirausaha yang sukses, tokoh wirausaha yang sukses di indonesia, tokoh wirausahawan di indonesia, tokoh wirausahawan makanan, tokoh-tokoh kewira usahaan yang sukses, tokoh-tokoh kewirausahaan, tokoh-tokoh orang sukses dalam bidang kewira, tokoh-tokoh wira usaha, tokoh-tokoh wira usaha di indonesia, tokohkewirausahaan, uang, usaha restoran mcdonald, waralaba, waralaba mc donald indonesia, waralaba mc donald indonesia harga 2012, waralaba mc donalds, waralaba mcdonald's, waralaba mcdonald's indonesia, web, wirausa, Wirausaha, wirausaha perdagangan, wirausaha pria, wirausaha yang sukses di indonesia, wirausaha yang sukses di indonesia mcdonald, www.profil restoran mac donalds indonesia, | Comments (0) | Share/Bookmark

Inilah Kisah sukses restoran Mc Donald | Program Sukses ...

Inilah Kisah sukses restoran Mc Donald Posted in category: Kisah Sukses at: July 25, 2011 by . Restoran Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah ...

Kisah Mc Donald’s Menjadi Sukses | Diradja's Dinasty

Inilah kisah sukses restoran siap saji Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino ...

Welcome to My Blog: Kisah Sukses McDonald’s

Inilah kisah sukses restoran siap saji Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino ...

My Life, My Story.....: Kisah Sukses MC Donald

Inilah kisah sukses restoran siap saji Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California.

Kisah Sukses MCDonald’s | Learning Community

Inilah kisah sukses restoran siap saji Mc Donald dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino ...


Leave a Reply