Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko

Posted in category: Kisah Sukses at: September 13, 2011 by

Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko. Kuliah boleh saja di bidang teknik, bahkan melanjutkan S2 di bidang manajemen proyek, tapi bisnis franchise makanannya menggurita. Menjadi narasumber di tv, radio, koran, dan majalah adalah hal biasa.

Cak Eko, arek Suroboyo asli yang baru berusia 34 tahun ini adalah pendiri dan pemilik waralaba Bakso Malang Kota “Cak Eko”. Pemilik nama lengkap Henky Eko Sriyantono ini adalah sarjana Teknik Sipil ITS.

Prestasinya? Luar biasa. Di umur masih masih muda, dia baru saja dinobatkan oleh koran Bisnis Indonesia sebagai juara I “Bisnis Indonesia Young Entrepreneur Award 2008” untuk kategori utama.

Penganugerahan paling gress adalah menyabet juara I Wirausaha Muda Mandiri 2008. Penyerahaan penghargaan ajang bergengsi dari Bank Mandiri tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri BUMN Sofyan Jalil. Acara tersebut disaksikan oleh 1500 undangan yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, 3 Desember 2008.

Masih ada lagi yang terbaru, tanggal 11 Desember 2008 usaha Cak Eko Bakso Malang Kota “Cak Eko” menyabet Penghargaan The Best In Business Prospect Indonesia Franchise Start Up 2008.

Penghargaan lainnya adalah “Indonesian Innovative Creative Award 2007” dari Menteri Koperasi & UKM, Menakertrans & Menperin, “Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award 2007” dari Menkop & UKM.

Tidak hanya bisnis bakso, Cak Eko juga pemilik & pendiri waralaba “Soto Ayam Kampoeng Jolali” yang didirikan tahun 2007, serta waralaba “Ayam & Bebek Goreng Sambel Bledeg” yang baru didirikan tahun ini.

Mewariskan ilmu wirausaha juga sudah mulai dilakukannya. Ada empat buku yang diterbitkan Elexmedia yakni ”Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya (September 2007)”, “15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan (Juli 2008)”, ”Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha (Oktober 2008)”, dan “The Cak Eko Way, Kiat Menggapai Kesuksesan Bisnis Bermodal Tekad dan Sedekah (rencana terbit 22 Desember 2008)”

Lebih lengkapnya tentang bisnis Cak Eko, berikut wawancara dengan Cak Eko, termasuk kisah jatuh-bangunnya membangun bisnisnya.

Sampai sekarang, berapa franchise yang berhasil anda jual?

82 franchise. Permintaan cukup banyak baik dari wilayah Jabodetabek sendiri maupun wilayah luar Jawa. Ini tidak terlepas dari strategi positioning, diferensiasi dan branding yang selalu kami gunakan dalam mengembangkan bisnis franchise ini sehingga nama/merek makin dikenal dan nilai penjualan masing-masing gerai/cabang meningkat.

Berapa omsetnya?

Omset 1 cabang bervariasi ada yang 15jt sebulan, ada yang 30 juta sebulan bahkan yang tertinggi ada yang mencapai 120 juta perbulan

Berapa jumlah angkatan kerja yang terserap?

Untuk tiap cabang minimal 4-6 orang. Jadi secara keseluruhan mencapai 350 – 400 tenaga kerja dengan tingkat pendidikan sebagian besar lulusan SMA.

Dari mana anda mendapat resep2nya?

Dari belajar sendiri saat di Surabaya dan melakukan berbagai eksperimen memadukan berbagai resep baik dari majalah, mengikuti kursus (untuk menu tambahan), buku resep di toko buku maupun resep dari internet yang saya lakukan selama 3 bulan lamanya.

Saat belum semaju sekarang, apa kendala yang anda hadapi?

Kendala yang dihadapi adalah masalah membangun merek yang benar-banar baru dari nol, disamping itu adalah masalah mencari pelanggan.

Nah, untuk mereka yang baru membeli franchise anda. Ada tips supaya mereka maju?
Tips bagi franchisee agar dapat maju adalah :
1. aktif terlibat dalam pengawasan operasional
2. Melakukan promosi secara kontinyu (tidak hanya diawal pembukaan saja)
3. Aktif berkomunikasi dengan franchisor apabila ada masalah
4. Mentaati SOP (Standar Operasional dan Prosedur)
5. Mempunyai niat, kesabaran, ketekunan serta keyakinan kuat bahwa usahanya akan berhasil.

Sebelumnya anda bekerja sebagai apa? Lalu kenapa memutuskan keluar?
Bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan pemerintah. Memutuskan berwirausaha karena ingin membuka lapangan kerja serta membuat hidup lebih berkualitas dari segi kesejahteraan serta mempunyai waktu lebih untuk keluarga.
Ada tips untuk masyarakat yang ingin sukses seperti anda? (dalam hal penciptaan atau inovasi terbaru)
Tips dari saya yang terpenting agar sukses adalah :
1. Berani memulai
2. Mempunyai keyakinan yang kuat untuk sukses
3. Jeli melihat peluang
4. Menciptakan merek usaha yang unik
5. Memodifikasi produk sesuai keinginan pasar
6. Terlibat secara langsung dari awal proses usaha

Lalu langkah apa yang akan anda lakukan untuk mencapainya?

Melakukan strategi penguatan merek di tingkat nasional selanjutnya mengikuti pameran-pameran franchise yang diadakan di luar negeri.

Untuk menjadi franchise Anda bagaimana caranya?
Mempunyai lokasi yang strategis baik di mal, di jalan utama dekat perkantoran, kampus, pemukiman padat penduduk, stasiun, bandara, pasar modern dll. Selanjutnya lokasi tersebut kami lakukan survey untuk menentukan kelayakannya. Apabila sudah kami nyatakan layak, selanjutnya tahap kontrak dimana nilai investasinya disesuaikan dengan tipenya.
Ada tiga tipe investasi yaitu :
1. Tipe Foodcourt di mall dengan investasi 50 juta ini sudah meliputi biaya franchise fee dan semua peralatan
2. Tipe Mini Resto di ruko/mal (uk.40-80m2) dengan investasi sebesar 80 juta ini juga sudah meliputi biaya franchise fee dan semua peralatan termasuk meja kursi
3. Tipe Resto di ruko/mal/stasiun/bandara (uk.>80m2) dengan investasi sebesar 110 juta juga sudah meliputi biaya franchise fee dan semua peralatan termasuk meja kursi.
Untuk lebih detilnya, dapat dilihat di www.baksomalangcakeko.co.nr

Selanjutnya calon franchisee juga menyediakan karyawan minimal 4 orang yang akan kami training selama 2 hari meliputi praktek memasak, menyajikan dan etika pelayanan.

Setelah sukses sekarang, apa obsesi anda berikutnya?

Obsesi saya adalah Bakso Malang Kota ”Cak Eko” merambah ke seluruh penjuru dunia. Keinginan ini sejalan dengan visi saya yaitu menjadi waralaba makanan tradisional Indonesia yang mendunia. Dalam waktu dekat kami akan membuka cabang di Singapura dan California USA.

*****

Suksesnya Cak Eko tidak ujug-ujug. Ada masa jatuh bangun. Ada perjuangan sangat berat yang kini berujung pada mengguritanya bisnis franchisenya. Berikut ini kisahnya:

Tahun 1997, saat baru pertama kali hijrah di Jakarta saya pernah jual-beli HP second. Saya beli HP second dari Jakarta, dijual di Surabaya. Cuma bertahan 1 tahun karena semakin lama marjin yang saya dapatkan kecil. Harga jual HP second di Jakarta dan Surabaya hampir sama.

Tahun 1998, saya mencoba peruntungan di bisnis MLM. Namun saya hanya bisa bertahan selama 6 bulan dikarenakan jiwa saya tidak bisa sepenuhnya menjalankan bisnis ini secara maksimal.

Tahun 1999, karena sedang booming agrobisnis, saya patungan dengan 7 orang teman. Menanam jahe gajah 3 ha di Sukabumi. Operasional, perawatan dan penanaman kami percayakan kepada KUD setempat. Kami mengunjungi setiap 2 minggu sekali.

Saat panen kami gagal. Tonase tidak sesuai dengan perkiraan. Kegagalan ini lebih disebabkan oleh faktor kurangnya pengawasan dan pengetahuan tentang ilmu pertanian. Uang modal 5 juta saat itu yang sebenarnya saya harapkan bisa berlipat sebagai modal nikah tahun 2000 habis tak berbekas.
Tahun 2000, dengan segala keterbatasan, saya menikah di Surabaya. Beberapa hari setelah pernikahan, istri langsung saya boyong ke kost-kost-an yang sudah dipersiapkan di Jakarta. Tempat yang sangat sederhana dan tidak ada perabot apapun. Uang sisa-sisa sumbangan pernikahan saya gunakan untuk membeli sebuah kasur dan beberapa perlengkapan lain.
Hidup di Jakarta bersama istri dengan gaji pas-pasan adalah problem. Uang gaji yang tidak seberapa membuat saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti uang belanja, sewa kamar (kost) hingga keperluan-keperluan lainnya. Dalam posisi yang serba sulit dan terjepit itulah adrenalin saya kembali naik. Keinginan saya muncul kembali, yaitu keinginan untuk kembali berbisnis !!
Berbagai informasi dan peluang saya cari melalui internet. Saya dapat peluang untuk mengirimkan sebuah artikel teknik ke Jepang. Dengan berbekal kemampuan menulis dan didukung dengan kenekatan saya mengirimkan abstraksi makalah dan berhasil. Abstraksi naskah saya diterima dan saya berkesempatan jalan-jalan gratis ke Jepang.
Saya tidak menghabiskan semua biaya perjalanan yang saya dapat dan pada saat kembali ke Tanah Air. Bisa mengumpulkan uang sebesar 13 juta sisa dari perjalanan saya ke Jepang. Intuisi bisnis saya segera berputar. Uang 13 juta untuk apa?
Pilihan saya jatuh pada menjalani bisnis tas dan dompet kulit produksi Tanggulangin Sidoarjo. Bisnis berjalan lancar. Barang yang saya datangkan dari Tanggulangin saya sebar ke butik-butik di Jakarta.
Yang menjadi persoalan adalah pembayaran dari butik-butik tersebut tidak selancar yang diharapkan. Sistem konsinyasi yang diterapkan tidak mendukung kelancaran cash flow. Banyak tagihan yang tertunda hingga membuat saya kesulitan memutar uang.
Setelah satu tahun berjalan saya memutuskan untuk berhenti dari bisnis tersebut. Barang-barang yang berada di butik pun saya tarik semuanya dan dibawa pulang kerumah untuk saya bagi-bagikan kepada keluarga. Alih-alih mendapat untung, modal usaha sebesar 13 juta pun amblas.
Saya bukan tipikal orang yang mudah menyerah dan putus asa. Setelah gagal berbisnis Jahe Gajah dan tas kulit, bisnis lainpun saya coba. Tahun 2001 pilihan saya jatuh pada bisnis busana muslim. Dengan modal sebesar 5 juta yang berasal dari pinjaman koperasi kantor, bisnis busana muslimpun saya jalani.
Saya pilih pasar Tanah Abang Jakarta sebagai tempat kulakan dan kota Surabaya menjadi tujuan saya untuk melempar barang. Bisnis saya berkembang pesat dengan tingkat keuntungan mencapai 100%. Kala itu saya tidak mengambil keuntungan usaha untuk keperluan konsumtif. Keuntungan yang saya dapat saya tambahkan lagi sebagai modal hingga akhirnya aset yang saya miliki makin berkembang.
Lama kelamaan banyak orang yang meniru bisnis ini dan kompetitor mulai bermunculan dengan harga yang lebih murah. Hingga akhirnya omset bisnis saya turun drastis. Setelah saya jalani selama 1 ½ tahun, walaupun tidak rugi total, saya memutuskan untuk berhenti dan beralih ke bisnis kerajinan tangan (handy craft).
Pertengahan tahun 2002, saya melihat-lihat pameran handy craft dan tertarik dengan kerajinan miniatur becak & sepeda yang dipajang di salah satu stand. Saya mencoba untuk memproduksinya sendiri. Tiap sabtu dan minggu saya membawa proposal penawaran ke beberapa hotel dan pasar swalayan di Jakarta.
Beberapa tempat bersedia menerima produk tersebut. Lagi-lagi persoalannya semua hanya bersedia menerima barang dengan sistem konsinyasi. Kesulitan cash flow kembali terulang. Setelah berjalan 6 bulan bisnis kerajinan tangan inipun saya tutup.

Awal tahun 2003 saya kembali bangkit untuk berbisnis. Kali ini saya mencoba menggeluti bisnis catering rumahan di perumahan Vila Nusa Indah II tempat tinggal saya kala itu. Awalnya bisnis ini berprospek bagus, namun kompetitor membuat bisnis ini harus membuat inovasi baru.

Kala itu saya mencoba untuk membikin variasi menu makanan yang bisa menjadi pilihan para pelanggan. Saya sebar brosur untuk agar mendapatkan pelanggan baru. Namun adanya kompetitor baru yang lebih kreatif dan inovatif, maka bisnis inipun mengalami penurunan omset. Bisnis inipun tidak saya teruskan.
Tahun 2004, saya tertarik dengan sebuah produk franchise makanan ringan sejenis crispy. Dengan modal uang 5 juta saya beli franchise tersebut dan mulai berjualan di kompleks perumahan villa Nusa Indah, Jati Asih, Bekasi.
Tiga bulan pertama, sangat ramai (memperoleh omset sebesar Rp. 250.000/hari). Rupanya keberuntungan belum berpihak pada saya. Karena setelah ramai selama tiga bulan, bulan-bulan selanjutnya omset turun drastis. Untuk mengatasi hal tersebut maka saya putuskan untuk pindah ke lokasi lain. Di lokasi yang baru tersebut bisa diperoleh omset sebesar Rp. 150.000 dengan prosentase keuntungan sebesar 30%.
Memang di bisnis ini tidak mengalami kerugian namun saya merasa prospek kedepan bisnis ini tidak terlalu bagus hingga akhirnya bisnis inipun saya sudahi setelah berjalan 1 tahun walau kontrak waralabanya 2 tahun.

Pengalaman mengambil bisnis waralaba itu membawa hikmah tersendiri bagi saya. Impian besarnya sangat kuat, yaitu ingin memiliki sebuah bisnis yang menerapkan sistem franchise. Jeda waktu satu tahun (2005) saya manfaatkannya untuk mempelajari dan mengamati berbagai jenis usaha franchise yang sudah ada.

Obsesinya adalah menjadi pemilik waralaba bisnis makanan pun terus berkobar. Hingga akhirnya sekitar tahun 2005 (menjelang Ramadhan), pada saat mengantar saudara ke stasiun Gambir dan bandara Soekarno-Hatta, saya tertarik melihat sebuah rumah makan bakso yang selalu ramai dikunjungi pembeli.

Intuisi saya segera muncul bahwa inilah jenis bisnis yang selama ini saya cari dimana dengan hanya menjual bakso yang saat itu dikenal dengan makanan rakyat namun bisa masuk bandara yang sewanya pertahun mencapai ratusan juta. Di bulan dan di tahun itupula saya langsung mempunyai niat yang kuat untuk belajar ilmu membuat bakso di Surabaya.

Saya segera belajar dari juru masak bakso yang dikenalkan oleh kerabat dekat. Sehari penuh saya belajar ilmu memasak dan membikin bakso tanpa mengalami kendala karena memang hobi saya adalah memasak. Sesampai di Jakarta langsung saya melakukan berbagai eksperimen selama 3 bulan dengan menggabungkan resep-resep yang saya cari dari berbagai sumber. Tujuannya untuk bisa mendapatkan resep bakso yang khas dan memiliki cita rasa yang tinggi.

Akhirnya kerja keras saya tidak sia-sia. Formula spesial bakso Malang pun berhasil saya temukan. Setelah yakin dengan pilihan (bisnis bakso) dan formula yang saya miliki, saya memulai bisnis di daerah Jatiwarna Bekasi di sebuah pujasera dengan sistem bagi hasil, dengan diberi nama Bakso Malang Kota “Cak Eko”.

Terbukti warung bakso saya sangat diminati pelanggan. Melihat animo pelanggan yang begitu besar, pada pertengahan tahun 2006, saya memberanikan diri untuk membuka cabang di Tamini Square dengan modal sebesar 25 juta yang saya dapatkan dari menyisihkan keuntungan penjualan perbulan ditambah dengan sedikit uang pinjaman.

Rupanya bisnis baksolah yang membawa peruntungan bagi saya dan istri.Dalam waktu singkat, outlet di Tamini Square ramai dikunjungi pelanggan. Bahkan tidak sedikit yang berminat untuk mengambil franchise dalam bisnis bakso yang saya geluti.

September 2006, saya mulai menawarkan kemitraan melalui website (internet). Konsep bisnis bakso Malang Kota “Cak Eko” langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat. Keberhasilan saya dalam membangun bisnis bakso beramai-ramai diberitakan media massa hingga akhirnya bisnis franchise Bakso Malang Kota “Cak Eko” berkembang pesat.

Tak kurang dari 30 cabang baru bermunculan hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Saat ini cabang Bakso Malang Kota “Cak Eko” telah mencapai 85 cabang yang tersebar luas di wilayah Jabodetabek, Palembang, Pekanbaru, Banda Aceh, Duri Riau, Bengkulu, Jambi, Serang, Bandung, Kudus, Solo, Surabaya, Makasar, Sintang, Tarakan, Palangkaraya, Sangata, Bontang, Palu dan masih banyak permintaan dari seluruh Indonesia.

Siapapun sudah bisa menjalankan bisnis Bakso Malang Cak Eko dengan jaminan supplay bahan baku dan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah teruji.

www.alumniits.com

arti kesuksesan, arti kesuksesan dan kegagalan, arti kesuksesan dan kegagalan dalam pekerjaan, arti pujasera, artikel konsep sukses, artikel pengusaha bakso, artikel pengusaha sukses pedagang bakso, artikel tentang pengusaha bakso, artikel usaha bakso, artikel usaha kecil bakso, bakso cah eko, bakso cak eko, bakso malang cak eko, bakso malang cak man di pekanbaru, bakso malang kota, bakso malang kota cak eko kisah sukses, bakso malang kota “cak eko” (2006), bakso malang maju, barang, belajar glosir sembako bandung, berapa omset jual kerajinan tangan dalam sebulan, berita, berwira usaha dibidang pertanian, berwirausaha di bidang pertanian, biaya franchise, Bisnis, bisnis bakso, bisnis bakso malang, bisnis pujasera, Bisnis Waralaba, buah, butik, cah eko, Cak Eko, cari sebuah kisah sukses wirausahawan muda mandiri,, cari waralaba bisnis surabaya, cerita kesuksesan dan kegagalan, cerita kesuksesan dan kegagalan dalam bekerja, cerita pejual bakso yang sukses, cerita pengusaha sukses dalam bidang makanan, cerita sukses manajemen usaha kecil, cerita sukses pedagang bakso, cerita sukses pengusaha bakso, cerita tentang peluang dalam kegagalan, contoh karangan hasil wawancara tentang wira usaha pemilik warung bakso, contoh makala industri keripik, definisi baso, definisi keberhasilan, definisi kesuksesan, definisi kesuksesan dan keberhasilan, definisi kesuksesan dan kegagalan, emas, es, faktor kegagalan dan keberhasilan peluang usaha, faktor kegagalan dan keberhasilan sukses, faktor kegagalan dan keerhasilan, faktor kegagalan dan sukses dalam usaha, faktor kegagalan frenchise, faktor pendukung suksesnya waralaba, faktor pendukung waralaba, faktor penyebab kegagalan usaha, faktor waralaba, faktor yang mendukung waralaba franchise, faktor-faktor waralaba, franchise bakso jawir, franchise bakso malang, franchise bakso malang cak eko, franchise malang, franchise yang berhasil, frinchesee malang, gambar franchise makanan, go, HP, ikan, Indonesia, investasi, investasi pedagang bakso, jenis usaha, jenis usaha makanan unik, jual kerajinan tangan, karyawan bakso, karyawan bakso malang kota cak eko, keberhasilan, keberhasilan dan kegagalan pedagang, keberhasilan franchise, kerajinan tangan daerah baso, kerajinan tangan jepang, kerajinan tangan paper dari jepang, kerjasama ukm dan bank, kesuksesan dan kegagalan, keuntungan bisnis bakso malang, keuntungan bisnis bakso malang waralaba wordpress, keuntungan usaha bakso malang, kiat bisnis sq, kiat menjadi pengusaha sukses,berawal dari modal pas - pasan, kiat sukses franchise bakso, kisa para pengusaha sukses, kisa pengusaha bakso cah eko, kisa sukses, kisa sukses bakso malang, kisah bakso malang cak eko, kisah bidan sukses berwirausaha, kisah gagal kuliah tapi sukses, kisah keberhasilan wirausaha, kisah orang sukses tanpa kuliah, kisah pak eko pedagang bakso, kisah pedagang bakso yang sukses, kisah pengusaha bakso malang ala cak eko, kisah pengusaha sukses burger, kisah pengusaha sukses cak eko, kisah pengusaha sukses penjual bakso, kisah pengusaha yang gagal, kisah pengusaha yang gagal di kota bengkulu, kisah penjual bakso, kisah seorang pengusaha sukses di bengkulu, kisah sukse pemilik warung bakso, Kisah Sukses, kisah sukses bakso cah eko, kisah sukses bakso malang cak eko, kisah sukses bisnis bakso, kisah sukses bisnis franchise, kisah sukses cak eko, kisah sukses di bidang bakso, kisah sukses di tahun2011, kisah sukses franchise, kisah sukses franchise indonesia, kisah sukses kerajinan tangan, kisah sukses pedagang bakso, kisah sukses pengusaha bakso, kisah sukses pengusaha burger, kisah sukses pengusaha burger, faktor keberhasilan dan kegagalan, kisah sukses pengusaha muda mandiri, kisah sukses pengusaha waralaba indonesia, kisah sukses penjual bakso, kisah sukses penjual nasi goreng, kisah sukses seorang pengusaha franchise, kisah sukses tanpa kuliah, kisah sukses tidak kuliah, kisah sukses ukm kerjasama dengan bank, kisah sukses waralaba, Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko, kisah sukses waralaba, jakarta, kisah sukses wirausaha bakso, kisah wirausaha sukses dalam bidang makanan, kisah-kisah para pengusaha sukses di bengkulu, kisahsuksesukm, konsep bisnis bakso kota malang, konsep bisnis bakso malang kota, konsep bisnis kerajinan tangan, konsep keberhasilan, konsep kerajinan tangan, konsep makalah untuk bisnis pujasera, konsep pedagang bakso, makala pedagang bakso yang sukses, makalah, makalah konsep sukses, makalah pengusaha bakso, makalah penjual bakso, makalah tentang bisnis, makalah tentang penjual bakso, makalah wira usaha bakso, makalah wirausaha, makalah wirausaha bakso, makalah wirausaha bakso malang, makalah wirausahawan hp, makanan, makna omset, makna sukses dalam berwirausaha, makna sukses penjual bakso, meja kursi pujasera seken malang, memasarkan kerajinan tangan di kota, membeli franchise malang, membuat brosur dengan teori positioning, deferensiasi,brand, mengapa menjalankan bisnis bakso, menjelaskan arti kesuksesan dalam wawancara kerja, menjual kerajinan tangan tips, mewawancarai pedagang bakso, mil, nama, omset jual bakso, omset kerajinan tangan jepang di bandung, omset penjualan bakso, omset penjualan makanan, omzet bakso cak eko, omzet penjual bakso, omzet penjual makanan, omzet penjualan bakso sebulan, orang arab, orang orang sukses tanpa kuliah, orang sukses dalam berwirausaha di bengkulu, orang sukses tanpa kuliah, orang yang sukses di bidang pertanian, orang yang tanpa kuliah, paper arti sukses, paper mengenai arti sukses, peluang berwira usaha di bidang pertanian, peluang usaha bakso di surabaya, peluang usaha dari pengalaman hidup, pengertian bisnis kerajinan tangan, pengertian dari baso, pengertian keberasilan, pengertian keberhasilan, pengertian keberhasilan dan kegagalan, pengertian kegagalan, pengertian kegagalan dan kesuksesan, pengertian kesuksesan dan kegagalan, pengertian omset, pengertian peluang usaha bakso, pengertian pujasera, pengertian strategi waralaba, pengertian sukses, pengertian sukses dan keberhasilan, pengertian teg bakso, pengertian tentang bakso, pengertian wirausaha bakso, pengusaha bakso, pengusaha bakso di surabaya, pengusaha bakso sukses omset ratusan juta, pengusaha gagal di bengkulu, pengusaha muda di indonesia yang sedang berkuliah, pengusaha sukses di bengkulu, pengusaha tidak sukses di bengkulu, perum, programsukses, programsukses.com, proposal bakso kota, proposal bisnis bakso, proposal bisnis bakso malang, proposal dagang baso, proposal pembuatan cabang warumg bakso, proposal usaha boneka, proposal usaha kerajinan, proposal usaha kerajinan tangan, prospek bisnis bakso, prospek toko pertanian, rahasia pengusaha bakso, rahasia sukses bisnis bakso, riwayat bakso malang kota cak 'eko', sejarah orang-orang yang sukses berwirausaha di bidang makanan, sejarah wirausaha baso cak eko, sejarah wirausahawan yang sukses di bidang makanan, seken malang, start, strategi bisnis bakso malang, strategi bisnis bakso malang cak eko, strategi dagang bakso, strategi pengusaha bakso, strategi sukses tanpa kuliah, strategi waralaba bakso, sukse, sukses, sukses cak eko, sukses di bengkulu, sukses jualan pujasera, sukses tanpa kuliah, taks wawancara pedagang bakso, Tamini Square, teks dan gambar wawancara pedagang, teks wawancara dgn penjual bakso, teks wawancara orang sukses, teks wawancara pedagang, teks wawancara pedagang bakso, teks wawancara pengusaha, teks wawancara pengusaha di malang, teks wawancara penjual bakso, teks wawancara seseorang yang sukses, teks wawancara wirausaha pedagang bakso, teori brosur, tips berhasil, tips berhasil omset penjualan, tips sukse, tips sukse penjual bakso, tot, uang, umkm bakso malang, usaha apa yng sukses di bengkulu, usaha inves, usaha waralaba bakso, usaha yang sukses di bengkulu, waralaba, waralaba bakso malang, waralaba di bengkulu, waralaba dibidang bakso, waralaba makanan, waralaba makanan tradisional, warung serba ada, wawancara, wawancara dengan pedagang bakso, wawancara dengan pengusaha sukses, wawancara dengan pengusaha sukses penjual bakso, wawancara kewirausahaan pedagang bakso, wawancara pedagang bakso dengan sukses, wawancara pengusaha bakso, wawancara pengusaha baso, wawancara pengusaha di malang, wawancara penjual bakso, wawancara rahasya sukse wirausahawan, wawancara wirausaha, web, wirausa, Wirausaha, wirausaha bakso yang sukses, wirausaha baso cak eko, wirausaha muda bakso malang, wirausaha yang sukses baso, wirausahawan burger, wirausahawan yang sukses di bidang makanan, | Comments (1) | Share/Bookmark

Kisah Sukses Seorang Wirausaha Bakso Malang Cak Eko ...

Kisah Sukses Seorang Wirausaha “Bakso Malang Cak Eko ... Ia mengajak orang lain untuk bekerjasama untuk menjalankan waralaba Bakso Malang Cak Eko.

Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko | Program ...

Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko Posted in category: Kisah Sukses at: September 13, 2011 by . Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko.

Kisah Sukses Pemilik Waralaba Bakso Malang Kota “Cak Eko”.

Cak Eko, arek Suroboyo asli yang baru berusia 34 tahun ini adalah pendiri dan pemilik waralaba Bakso Malang Kota “Cak Eko”.

Kisah Sukses Bakso Malang Cak Eko | Seputar Wirausaha

Kisah Sukses Bakso Malang Cak Eko. ... sama untuk menjalankan waralaba Bakso Malang ‘Cak Eko’ di daerahnya ... Pisang Abaca Tenun Sutera dari Kota Palu. One ...

Kisah Sukses: CAK EKO

kisah sukses,sukses pengusaha ... pendiri dan pemilik waralaba Bakso Malang Kota “Cak Eko ... Bakso Malang Kota “Cak Eko” telah mencapai ...


One Response to “Kisah Sukses Waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko”

  1. masigit says:

    Thx artikelnya, pengen seh punya usaha seperti ini…

Leave a Reply